Iqra' al-Mahera
Latar Belakang Penyusunan Metode Iqra' Al-Mahera
Metode Al-Mahera disusun untuk mempermudah setiap insan dalam membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Berdasarkan pengalaman penyusun lebih kurang 15 tahun mengajar al-Qur’an dari berbagai tingkatan umur mulai dari anak-anak sampai dewasa, penyusun melihat setidaknya ada 3 masalah penting bagi mereka yang ingin belajar membaca al-Qur’an. Pertama: Mereka kesulitan dalam mengingat huruf-huruf hijaiyyah. Kedua: Kesulitan dalam menuliskan huruf hijaiyyah yang mereka ingat. Ketiga: Kesulitan menerapkan ilmu tajwid dalam membaca al-Qur’an dengan baik dan benar.
Berdasarkan 3 masalah ini, penyusun menemukan satu metode yang memenuhi ketiga aspek tersebut yang dapat menjadi salah satu solusi kepada setiap insan dalam mempelajari al-Qur’an. Metode tersebut adalah metode al-Mahera yang dikenali dengan deskriptif, membaca, menulis, dan tajwid. Melalui metode deksriptif mereka mudah dalam mengenal huruf-huruf hijaiyyah, karena belajar sambil bermain sehingga tidak terjadi kebosanan dalam proses pembelajaran. Melalui metode menulis mereka dapat menuliskan huruf –huruf yang dibaca sehingga dapat menguatkan setiap huruf dan kalimat yang dibaca. Dan melalui metode tajwid mereka dapat membaca al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid yang telah ada.
Selain itu juga rasa bentuk terimakasih penyusun kepada Istri Choirurojiah yang telah mengandung dan merawatnya dalam susah payah. Penyusun berharap dengan adanya metode ini dapat mempermudah banyak insan dalam mempelajari kalam Allah SWT yang dengan harapan itu kebaikan dan pahala mereka yang menggunakannya terus mengalir kepada ayah dan ibu, ayah/ibu mertua, isteri, anak, dan keluarga penyusun. Penyusun berharap metode ini terus dapat digunakan sampai akhir zaman sehingga amal jariyah bagi keluarga dan mereka yang menggunkannya terus bertambah Aamiiiiin ya rabbal ‘alamiiiiin.
Tujuan Penyusunan Metode Iqra' Al-Mahera
Beberapa metode dalam membaca al-Qur’an lebih kepada metode membaca sahaja. Melalui metode al-mahera tidak hanya kepandaian dalam membaca, tetapi juga kemampuan dalam menuliskan apa yang telah dibaca, serta mengetahui makhraj dan hukum tajwid dalam membaca al-Qur’an.
Kelebihan Menggunakan Metode Iqra' al-Mahera
1. Deskriptif, Praktis, dan fun learning.
2. Siswa belajar membaca sekaligus belajar menulis.
3. Siswa belajar makharijul huruf sekaligus belajar ilmu tajwid.
4. Mengingat huruf hijaiyyah dengan metode pengulangan menulis.
5. Deskriptif yaitu mencocokkan huruf hijaiyyah dengan benda-benda sekitar
6. Menggunakan Metode congklak, yaitu setiap anak dapat mengingat dan membaca 1 huruf maka ia diharuskan untuk mengingat dan membaca huruf selanjutnya. Secara ringkasnya hafal satu huruf tinggalkan dan baca huruf selanjutnya. Sebagai contoh dapat kita lihat seperti berikut:
أَ أَ أَ أَ أَ - بَ بَ بَ بَ بَ - تَ تَ تَ تَ تَ - ثَ ثَ ثَ ثَ ثَ
أَبَ - بَ تَ - تَ ثَ - ثَ جَ
7. Dilengkapi dengan cara membaca makharijul huruf dan belajar hukum tajwid, hal ini berguna untuk menuntut anak tidak hanya membaca dan menulis, akan tetapi juga mengetahui mahkraj huruf serta hukum bacaan tajwid dari yang mereka baca.
8. Suasana kelas lebih kondusip karena setelah belajar membaca santri/wati akan belajar menulis huruf yang dibacanya.
Cara Menggunakan Metode Iqra’ Al-Mahera
1) Sebelum guru memulai mengajarkan metode al-mahera, guru terlebih dahulu menjelaskan tata cara penggunaan metode ini kepada setiap santri/wati, selanjutnya guru dan murid bersama2 melagukan huruf hijaiyyah dari “alif, ba, ta,tsa, sampai “ya” sesuai nada yang dikuasai oleh guru.
2) Guru mengenalkan huruf-huruf hijaiyyah secara bertahap sekaligus memperlihatkan gambar/deskriptif huruf hijaiyyah yang ada di lingkungan sekitar, kemudian santri menghafalnya.
3) Setelah santri/wati membaca dan mengenali huruf hijaiyyah berdasarkan deskriptif yang ada, selanjutnya santri/wati menebalkan huruf yang ada di dalam kolom.
4) Apabila siswa masih belum ingat huruf hijaiyyah setelah melakukan langkah diatas, maka santri/wati dapat menebalkan ulang tulisan yang telah ditulis dalam kolom.
5) Apabila santri/wati sudah lancar mengingat huruf hijaiyyah yang ia pelajari, maka guru boleh melanjutkan ke tahap selanjutnya.
6) Pada al-mahera 3 santri/wati diharuskan menghafal materi yang ada didalam kotak, kemudian melagukan syair makhraj yang telah ada.
7) Pada al-mahera 4 santri/wati diharuskan menghafal materi dan contoh yang ada didalam kotak.















Komentar
Posting Komentar